Hujan air mata mengantar kepergian Sasha, entah keberapa kalinya aku merapalkan do’a atas kepergiannya yang secepat ini.Aku tidak menyangka dia akan pergi secepat ini dan dengan cara seperti ini. suster mengatakan Sasha mengiris pembuluh nadi di tangannya dengan pisau buah, mereka tidak membawa Sasha langsung ke rumah sakit karena saat itu Sasha sudah benar-benar tidak bisa di tolong lagi. Berita bahagia yang tempo hari menjadi perbicangan hangat rekan kerja kami, namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena rusaknya pesta pernikahan, perceraian, hingga kematiannya yang seperti ini. Aku masih tidak bisa berfikir jernih dan menganggap ini semua hanyalah sebatas mimpi. Sasha tidak meninggal, Sasha tidak pergi meninggalkan kami. Semua hal yang kami rencakan di masa mendatang harus hil

