"Will you marry me?" Tanya Bara ke Alana serius dan menunggu jawab Alana. "Jangan di terima Alana." Ujar papanya Bara tiba-tiba. "Masa dia melamar nggak pakai cincin, nggak serius itu." Lanjut papanya Bara sambil meremehkan Bara dan tersenyum mengejek Bara. Alana yang mendengar saran dari papanya Bara cuma diam dan nggak tau jawab apa. Wajah seriusnya tadi kembali menjadi rileks. "Jangan dengarkan orang syirik Lana." Ucap Bara menatap sinis papanya. Bara mengeluarkan cincin dari sakunya dan berlutut di hadapan Alana. "Alanaaa. kakak bukan laki-laki sempurna. Kakak hanya laki-laki yang menginginkan kamu jadi pasangan kakak dunia dan akhirat, laki-laki yang menginginkan kamu untuk menjadi calon ibu dari anak-anak kita kelak dan menjadi penyempurna separuh agama kakak." Jelas Bara yang

