Bab 46

1099 Kata

Dinda yang mau tidur masih ke pikiran tentang apa masalahnya dengan Refan.  "Gue cewek tangguh masa nangis cuma karena cowok, itu bukan gue banget." Ucap Dinda menyemagati dirinya sendiri.  "Tapi kenapa hati gue tetap sakit." Ucap Dinda yang mulai air matanya turun dan mengigit bantalnya. "Apakah gue salah ya kemaren lebih memilih Refan dari pada kak Bara." Gumam Dinda yang menangis. Dinda nggak nyadar kalau dia sudah tertidur sambil manggis. "Alana." Panggil Dinda. "Bangun." Lanjut Dinda yang manggil Alana yang tertidur. "Dinda." Kaget Alana yang melihat perempuan yang mirip Dinda didepannya. "Iya gue Dinda." Ujar Dinda. "Senang berada dalam tubuh gue?" Lanjut Dinda yang bertanya. "Bukannya kamu berada dalam tubuh aku, saat jatuh ke jurang?" Tanya Alana heran. Alana berpikir jiwan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN