18. Axel

1907 Kata

Aku tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Nasha. Ini sangat menggangguku. Padahal kami sudah cukup dekat. Mengapa mendadak seperti ada jarak di antara kami? Nasha memang tidak marah ataupun berkata sinis padaku. Tapi sikapnya terkadang kelewat manis. Aku jadi curiga kalau itu dilakukan untuk menutupi perasaannya yang kacau. Seperti malam ini. Nasha membuatkan cake stroberi kesukaanku. Sebenarnya bukan itu yang mengejutkan. Dia menata makan malam romantis ala candle light dinner. Lengkap dengan buket bunga mawar merah yang besar. Dandanannya juga sangat memesona. Dengan gamis hitam berbunga-bunga dan pashmina instan merah. "Sebenarnya hari ini ada perayaan apa?" tanyaku, sudah tidak bisa menahan rasa penasaran yang kusimpan sejak tadi. Nasha tersenyum dan mengedipkan mata padaku. Bukanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN