Acara peluncuran sudah selesai. Namun, orang-orang belum sepenuhnya meninggalkan tempat acara. Kupindah ke seluruh ruangan, berusaha untuk menemui keberadaan Yasa. Tadi, aku terlalu sibuk. Jadi, tak bisa memantau keadaan sekitar. Kuhampiri Ibu dan Gina yang masih duduk di kursi mereka masing-masing. Ibu menyerahkan sebuah buket mawar besar padaku. Dari siapa? “Dari siapa, Bu?” tanyaku penasaran. “Itu Yasa yang bawa.” “Orangnya ke mana, Bu?” “Nggak tau, Na. Tadi, handphonenya bunyi. Terus, dia keluar untuk angkat telepon.” “Nggak balik lagi?” sahutku. Ibu mengangguk. “Kok nggak bilang sama aku perginya ke mana ya, Bu.” “Coba buka handphone kamu. Siapa tau Yasa sempat WA sebelum ppergi.” Kuikuti perintah Ibu. Namun, sama sekali tak ada pesan darinya. “Gimana?” “Nggak ada, Bu. Mungki

