Setelah bicara panjang lebar dengan Pandu di kantornya, aku memutuskan untuk tetap diam di dalam mobil. Kutepikan mobilku di seberang gedung kantornya. Beruntung lalu kantornya tidak berda di area yang ramai, jadi aku bisa memarkirkan mobil tanpa harus takut mengganggu kelancaran lalu lintas. Aku merasa tidak puas dengan apa yang dikatakannya. Tak lama setelahnya, aku melihat sebuah mobil yang sudah sangat kuhafal berhenti di depan kantor Pandu. Itu mobil Tatjana! Tapi, bukan Tatjana yang keluar dari dalam mobil. Itu Gina. Aku tetap berada di dalam mobil agar Gina tak menangkap keberadaanku. Kalau dia sampai tahu, maka aku tak akan mendapatkan informasi yang kucari. Aku akan kembali kehilangan jejak. Kalau Gina ada di Jakarta, kemungkinan besar Tatjana juga ada di Jakarta. Mereka sekela

