YASA 32 : Tamu Tak Terduga

2261 Kata

Untuk sementara waktu, aku lebih baik memilih untuk menyingkir sejenak. Emosiku selalu dengan mudahnya tersulut tiap kali berhadapan dengan Claudia. Apalagi setiap kali mendengarkan kata-katanya yang sangat minim filtrasi. Dalam waktu dua bulan ke depan, pernikahanku dan Claudia kemungkinan besar akan dilangsungkan. Masa bodoh dengan semua itu. Biar semuanya ia yang mengurus. Karena sejatinya pernikahan ini bukanlah keinginanku. Setiap hari, tak pernah ada satu hari pun aku tidak memikirkan Tatjana. Tatjana selalu memenuhi kepalaku. Di mana dia? Sedang apa? Sudahkah ia makan? Akhir-akhir ini, aku jadi lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Rokok menjadi pelampiasan. Aku sudah tidak peduli berapa banyak batang rokok yang kuhisap setiap harinya. Terkadang, saat merasa bosan meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN