Kuintip Yasa yang sedang berbicara dengan Ibu dari celah kecil tirai. Kejadian itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Namun, kenapa baru sekarang ia berniat untuk memberikan penjelasan? Penjelasan macam apa yang ingin diberikannya? Penjelasan kalau akhirnya dia dan mantan kekasihnya kembali bersatu? Sungguh gemas rasanya. Ingin sekali kulayangkan tamparan berkali-kali di kedua pipinya. Bahkan, kalau bisa aku pun ingin menendang dan mencakarnya. Tapi, rasanya semua itu hanya akan sia-sia. Seberapa banyak tamparan, tendangan dan cakaran pun tak akan cukup untuk menyembuhkan rasa kecewaku terhadapnya. Mungkin saat melakukan hal itu Yasa lupa akan satu hal. Yasa lupa kalau kami berdua tengah dalam upaya merajut asa. Kebahagiaan kami dipertaruhkan. Sangat dipertaruhkan. Masih dari balik

