45. Kabur

1060 Kata

Mawar memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya di tengah malam itu. Dengan pedih yang masih menancap di d**a, Mawar menjalankan mobil secepat yang ia bisa di jalanan yang cukup lenggang. Air sesekali masih menetes dari kelopak mata. Mawar mengingat dengan jelas seperti apa Dimas memperlakukan ia tadi. Lelaki itu sudah bagai hewan buas yang tidak tahu diri. Usai memarkir mobil, Mawar segera turun, masuk tanpa salam dengan menggunakan password dan berdiam diri di ruang kamar kemudian. Menatap cermin yang memantulkan bayangan diri, Mawar menjerit pedih di dalam hati. Sebelum kemudian, ia ambruk di lantai. Ia sudah tidak suci, Dimas ... benar-benar jahat kepadanya. "Mawar?" Mawar mendongak kala mendengar suara seorang paruh baya datang, menyusul masuk tanpa permisi. Memergoki ia yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN