Dimas menarik napas sedalam mungkin kala mendapati Intan datang menemuinya. Di rumah sakit pula. Memang salah Dimas sendiri sih, sejak kemarin, sang Mama meminta ia untuk datang ke rumah, untuk bertemu dan untuk bicara hanya saja, ia mengabaikan. Tadinya ingin menghindari masalah, ia ingin diberi ruang untuk bisa luwes dan berpikir tenang terlebih dahulu, tapi nampaknya, Intan tak membiarkan hal itu terjadi. Dimas tahu, mulut Intal sudah gatal untuk mengomel. "Ada apa sama kamu, Dimas? Baru banget loh kamu nikah sama Mawar, udah ada aja ya pengaruh buruk istrimu itu? Kamu enggak nemuin Mama dan enggak nurut lagi sama omongan Mama." "Ini bukan salah Mawar, Mama enggak perlu salahin dia. Ini murni karena Dimas memang lagi sibuk dan belum bisa ketemu. Mama tahu sendiri kan kerjaan Dimas kay

