69. Cocok, Kayak Suami-Istri

1089 Kata

"Dimas!" Dimas yang hampir masuk ke dalam mobil menengok pada seseorang yang baru saja memanggilnya dengan suara yang cukup keras. Uni ternyata. Wanita itu tergopoh-gopoh lari dengan kedua kakinya yang mungil. Dimas menunggu dengan sabar sembari berkata, "Pelan-pelan, Uni. Aku enggak bakalan kemana-mana kok, aku tungguin." Mengembangkan senyuman, Uni merasa Dimas sangat manis. Kenapa sih, perlakuan lelaki itu selalu sukses dan bisa sekali melelahkan hatinya? Makin hari, Uni makin menyukai Dimas saja. "Makasih ya?" "Ada apa?" "Hari ini, kamu mau kemana?" "Pulang kerja sekarang ya, langsung pulang. Memang kenapa?" tanya Dimas bingung. "Enggak sih, cuma nanya aja. Siapa tahu ada acara. Kalau enggak, aku mau ngajak kamu makan." "Makan?" Tumben sekali. Padahal sedang tidak ada acara apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN