Sesaat setelah Mawar pergi meninggalkan mereka berdua. Dengan matanya yang sangat jeli dan ingatannya yang cukup baik, Dimas ingat jam yang kini tengah digunakan oleh Ari. Bukan jam tangan biasa, pasalnya ada logo bunga Mawar kecil yang tersemat di tubuh dari jam tersebut. Karenanya, tanpa menunggu lama, Dimas langsung memegang pergelangan tangan Ari sembari menatap barang di sana dengan seksama. "Jadi kamu ya?" Ari mengerutkan kening bingung kala ditanyai hal tersebut. Apa maksud Dimas sebenarnya? "Iya kan? Kamu yang beberapa waktu lalu ada di lantai empat rumah sakit dan ngotak-ngatik ponsel di dekat saya?" Kornea hitam mata Ari melebar tanpa bisa dikendalikan kala mendengar penuturan Dimas barusan. Tak percaya jika Dimas akan dengan jeli melihatnya. Karena saat itu, Ari yakin, merek

