Ari memutuskan menghubungi Mawar di pagi itu, mengajak dia bertemu untuk sekedar makan atau ngafe di siang nanti saat Mawar luang. Pun karena ia ingin membicarakan beberapa hal yang memang harus Mawar ketahui. Tadinya, Ari bisa saja memberitahu tentang Dimas melalui panggilan seluler atau pun chat. Tapi entah kenapa, bertemu dan mengobrolkan semuanya secara langsung nampak lebih menarik. "Jadi, kita bisa ketemu kan siang nanti? Sorry banget ya, Mawar. Aku enggak bermaksud menganggu waktu kerja kamu atau apapun itu itu. Soalnya ada yang ingin dibicarakan dan ini penting. Enggak bisa lewat hp juga." "Apa sih Ri? Kalau gini kan aku penasaran, apa yang sebenarnya mau kamu omongin?" "Ya nanti kalau ketemu." "Enggak bisa apa kita ketemunya pagi ini aja?" Ari terkekeh kecil mendengar Mawar y

