Ayesha yang mendengar kedua adik iparnya memaki-maki calon menantunya, menghela napas lelah. Dia sudah memperkirakan adik iparnya mencari ribut, tapi sebelumnya ia tetap berpikiran positif. Ayesha benar-benar menyesal mengundang mereka. Namun, dari mana mereka tahu kalau Aster, mantan perempuan malam. Ini yang membuat urusannya semakin runyam. Ayesha menjadi tidak enak pada Aster dan keluarganya, terlihat mereka hanya menunduk. “Inggit, Inka, cukup! Kalian berdua aku undang bukan untuk membuat keributan. Benar kata Gibran kalau masih mau ribut silakan sekarang kalian pergi dari rumah ini.” “Wah begitu sombongnya kamu Ayesha padahal kamu hidup enak hanya karena uang kakak kami. Dulunya kamu hanya seorang janda anak satu yang tidak punya apapun. Sekarang kamu lancang mengusir kami!!!” bent

