Chapter 22

1088 Kata

Didikan Orangtua yang Salah Sebenarnya hatiku masih dongkol sekali dengan kelakuan ibu mertuaku itu. Tapi terus kucoba meredam semua amarah dengan terus beristighfar, karena bagaimanapun, saat ini beliau masihlah ibu mertuaku dan lebih tua dariku, jadi masih wajib aku hormati. Mungkin karena sedang banyak pikiran, akibat kedua anaknya yang bermasalah itulah, akhirnya beliau bersikap seperti itu. Pas sekali bertemu denganku yang bisa di jadikan pelampiasan amarahnya yang terpendam. Setelah hati merasa tenang, aku pun kembali memakai kostum dan berangkat ke rumah itu lagi, seperti biasa berubah menjadi Juminten, sang pembantu gratisan. Sebelum sampai, kusempatkan berbelanja sedikit sayuran, sebagai antisipasi jika mereka sudah berada di rumah terlebih dahulu. Benar saja, saat aku akan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN