"Sya, lo beneran gak papa gue pulang ke rumah Mama? Lo yakin lo bakalan baik-baik aja? Gue yang gak enak hati, kesannya kaya udah gue yang ninggalin istri gue sendirian karena permintaan gak masuk akal orang tua, Mama memang penting tapi lo juga tanggung jawab gue, ini bukan cuma pekara gue bakalan tinggal dimana dan sama siapa tapi sekarang, kalau gue setuju untuk pulang, gue gak berani nebak apa yang udah direncanain sama Mama gue nantinya, gue khawatir tentang itu, lo gak papa?" Tanya Azril seolah masih belum yakin dengan apa yang di dengarnya barusan, gue memang mengiyakan ucapan Azril untuk pulang, bukan karena gue gak mempertimbangkan apapun tapi menurut gue dari sudut pandang apapun gue mikir, Azril nurut dan pulang ke rumah orang tuanya seperti yang Mama mau itu pilihan yang jauh l

