"Mungkin?" Ulang gue seakan belum yakin dengan jawaban yang keluar dari mulut Azril barusan, Azril beneran ngomong mungkin sama gue barusankan? Dia sadarkan ya ngasih jawaban apaan untuk pertanyaan gue barusan? Gue nanya apa ada kemungkinannya kalau Galang juga sama gue sama seperti Tia suka sama dia makanya mereka berdua marah kaya gini dan dengan santainya Azril ngomong kalau itu mungkin? Hah? Gue gak ngerti lagi sama jalan pemikirannya Azril sekarang, segampang itu? Sesederhana itu jawabannya, gak ada rasa ragu ataupun ketakutan sama sekali, Azril seakan gak keberatan sedikitpun kalau ada laki-laki lain yang naruh hati sama gue, Azril sekan gak ambil pusing sama sekali kalaupun bener Galang suka sama gue. "Lo gak peduli sama sekali memangnya kalau Galang beneran suka sama gue? Lo gak k

