"Jadi lo menawarkan diri untuk menikah dengan gue karena mempertimbangkan hal ini?" Tanya gue tersenyum kecil, gue menanyakan hal kaya gini bukan karena gue kecewa dengan alasan Azril kalau memang ini alasannya, gue gak kecewa sama sekali karena alasan yang Azril layangkan memang sangat bagus, alasannya terdengar masuk akal dan bukan di buat-buat, alasan Azril terdengar tidak di paksakan, kalau gue yang menjadi Azril, gue juga gak akan keberatan untuk menikahi seseorang yang gue anggap sebagai keberuntungan gue, sayangnya sebelum menikah dengan Azril, gue terlalu bodoh dengan menganggap kalau laki-laki lainlah yang menjadi sumber keberuntungan gue, gue melakukan kesalahan besar tentang hal yang satu itu. Mikirin Mas Angga seolah masa depan gue udah sangat jelas adalah kesalahan terbesar g

