Kau mau main-main dengan Lucca Alonzo,hmm?" "Ti-dak-- Erggh." Lelaki yang berada di bawah kakinya mengerang tertahan saat Lucca semakin menekan kepalanya ke lantai. Duduk di kursi dalam ruang tertutup yang gelap, hanya di sinari cahaya matahari yang menembus melalui satu-satunya ventilasi udara yang ada di sana. Mengelus permukaan pistol di tangannya, tidak peduli lelaki di bawah kakinya sudah tergeletak tidak berdaya. "To-long--" ucapnya terbata. "Le-pas-kan a-ku." Lucca mengalihkan tatapan ke bawah, tersenyum miring penuh nafsu membunuh. "Melepasmu?" Lucca tertawa sarkas. "Kau pikir bisa lolos setelah memata-matai keluargaku. Kau jangan bermimpi!!" "A-ku ti-dak--" BUKK! "Uhuukk..Uhuuukk..." Satu hantaman kaki Lucca di punggungnya membuat lelaki itu langsung batuk darah. Lu

