Setelah menghabisi semua musuhnya tanpa ampun dan belas kasihan, Lucca mengarahkan tatapan bengisnya ke Abigail yang ketakutan. Salahnya karena mempercayai Dom yang ingin membalaskan dendam dan menjadi umpan untuk menjebak Lucca. Wajar saja kalau lelaki itu marah besar. Meski seharusnya Lucca tidak perlu datang hingga mendapat luka tembak, luka tikam dan juga pukulan menyakitkan yang membuat kepala, tangan dan kakinya berdarah. Abigail mengatupkan bibir, menatap mata Lucca dengan linangan air mata, begitu sedih melihat keadaannya. Meski berjalan agak sempoyongan, lelaki itu tetap mendekat dan berdiri tidak jauh di depannya masih dengan senjata api di tangan. Abigail harus mendongak untuk melihat wajahnya lebih jelas, terlihat begitu murka dan menakutkan. Terbelalak saat Lucca mengarahkan

