Deg! Lucia terdiam sesaat ketika manik matanya menangkap sosok yang dia kenal di kejauhan. Seseorang itu ada di sana, berdiri di antara kerumunan nampak seperti sedang memperhatikannya meski jarak mereka terbilang cukup jauh. Siluetnya hanya berdiri diam namun Lucia bisa membayangkan tatapan tajamnya yang membuat siapapun orang yang melihatnya akan merasa terancam. Lucia mengerjapkan matanya berharap kalau dia salah lihat dan sosok itu ternyata ikut menghilang. Apakah untuk sesaat tadi dia hanya berhalusinasi? “Lucia! Lucia..!” “Oh…” Lucia tersadar saat Bella yang saat ini tengah meneleponnya harus meninggikan suaranya karena tidak ada jawaban darinya. “Maafkan aku. Kau mengatakan apa tadi?” Lucia sekali lagi melihat ke arah kejauhan untuk memastikan tapi tidak ada sosok itu di sana

