Abigail tidak pernah merasakan kedamaian seperti yang tengah dia rasakan saat ini. Tubuhnya terasa ringan saat dibawa berjalan-jalan di sekitar area taman bunga mawar yang mekar sempurna meski dia heran hanya mawar hitam yang tumbuh di sana. Padahal dia lebih menyukai keindahan mawar putih yang menenangkan pandangan bukannya hitam pekat yang terasa begitu dingin dan tak bernyawa. Kakinya bergerak pelan menyusuri kebun mawar dengan gaun putihnya yang berkibar pelan ditiup semilir angin. Dikaitkannya rambut hitamnya ke belakang telinga dan terus berjalan tanpa arah. Membiarkan saja sinar matahari menerpa wajahnya. Dia hanya ingin berjalan terus, meski tanpa tujuan. Rasanya seperti mempercayai kakinya yang berjalan entah kemana. Abigail berhenti di dekat satu mawar hitam yang mencu

