Seakan belum cukup dengan apa yang dialaminya kemarin, pagi ini, Abigail harus berhadapan dengan peliharaannya The Black Rose yang murka. Tentu saja Bellatrix yang akan mewakilkan kekesalan mereka. "Katakan!!!" "Aahhh--" Abigail memekik saat Bellatrix menjambak rambut belakangnya. "Apa kau berusaha menggoda Tuan Lucca,hmm?!" Tuduhnya tanpa perasaan. "Dengan kedok menjadi pelayan, kau berharap bisa menjadi seperti kami." "Sama sekali tidak--aahhh." Abigail mengeryit saat cengkramannya makin kuat. "Aku tidak berbohong. Bagiku, menjadi pelayan lebih baik dari pada menjadi piaraannya seperti kalian." "b******k!" Umpat Bella marah dan semakin menarik rambutnya kasar. "Jaga bicaramu!!" Plaaak!! Satu tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan hingga membuat kepalanya terhempas ke sam

