*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Keadaan rumah aji tampak kacau balau, lantaran kedatangan tamu tak tau diri yang mengganggu tanpa di undang. Aji hanya bisa menatap tajam bumil yang sedang tertawa kesenangan seperti sedang menonton topeng monyet. Ia memijat pelipisnya pelan frustasi melihat tingkah keduanya di hari yang masih gelap ini. Bayangkan saja, pukul tiga subuh harus bangun lantaran pintu nya yang digedor-gedor seperti rentenir yang menagih hutang. Dan lihat lah sekarang, pasangan absurd itu tengah menghancurkan dapur miliknya. Semoga saja Dita belum bangun sehingga tidak syok melihat dapur mereka yang acak-acakan. "Mas Agil, itu es krim nya jangan lupa!" Aji semakin merasa pening begitu melihat apa yang tengah dimasak oleh Agil. Bayangkan bakwan yang gurih dan renyah itu ha

