“Dia….bukankah dia pangeran kelima?” Seorang warga melihat sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. “Benar! Dia pangeran itu!” Seru warga yang lain. Para warga mulai saling berpandangan satu sama lain, mencoba meyakinkan kalau apa yang mereka pikirkan tidak salah. Setiap orang yang ada di sana seketika diselubungi amarah ketika menyadari siapa sosok yang sedang tak sadarkan diri di hadapan mereka, Mereka tak sadar bahwa di belakang mereka, Tan Wei sedang berdiri membatu, wajah itu... Huanran! Serunya di dalam hati. Kendati pemuda itu berlumuran darah dan dipenuhi luka tak karuan, tentu saja Tan Wei masih mengingatnya, meskipun pertemuan mereka hanya sesaat namun ia tak akan pernah melupakan wajah itu. jantung ketika berdetak dengan cepat tanpa bisa dikendalikan dan wajahnya pucat pasi. Ad

