Tan Wei membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya, diam tanpa suara, Kali ini ia merasa kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa, ia sangat marah dan terus menerus menyalahkan dirinya sendiri. Harusnya ia bisa mencegah tragedi ini, harusnya ia tak pergi begitu saja ketika Bibi Jing dan Paman Wei menyuruhnya pergi harusnya ia bisa lebih bersikeras. Jika..Jika...dan Jika..sayangnya kata itu hanyalah ilusi semata, tak ada ‘jika’ yang nyata di dunia ini, karena sekali sebuah jalan sudah ditempuh manusia harus terus lanjut berjalan, tak bisa berhenti, berjalan mundur apa lagi diulang. Tanpa Tan Wei sadari kedatangannya tiba-tiba ada tangan menepuk punggungnya dari belakang, Tan Wei menoleh dan melihat sosok Shen Rui sudah berada di sampingnya. “Shen Dage….” Tan Wei berkata lirih. “Tan

