21. Terlanjur

1409 Kata

Part 21 "Neng ...!" panggil ibu. Aku menoleh ke arahnya begitu pula dengan Tuan Putra. "Neng, jadi selama ini Tuan Putra tidur di luar?" "Iya, Bu." "Ya Allah, kasihan banget atuh, Neng. Kenapa gak disuruh tidur aja di--" "Gak apa-apa, Bu. Saya malah menikmatinya, karena tak perlu pakai pendingin ruangan," jawab Tuan Putra. "Jangan atuh ah, nanti sakit, masuk angin kalau tidur di teras terus. Kasihan Tuan, Neng." "Tapi itu atas kemauan Tuan sendi--" "Sudah, mulai malam ini biar Tuan Putra tidur sama Alvaro di kamar kamu. Terus kamu tidur sama Husna. Jangan begini, kasihan. Angin malam itu gak baik untuk kesehatan." Aku mengangguk mengiyakan ucapan ibu. "Jangan begini lagi atuh, Neng. Tuan adalah tamu di rumah kita, harusnya kita menyambutnya dengan baik." "Sudah, Bu, jangan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN