25. Debat Panas

1550 Kata

Part 25 “Tuan, jangan nyosor dulu, kalian kan belum resmi menikah!” teguran dari Husna membuat Putra salah tingkah. Entah kenapa, nalurinya sebagai lelaki saat berdekatan dengan Hana membbuatnya tak bisa menahan diri. Seolah ada magnet yang menariknya. Setelah berpamitan pada semuanya, Putra langsung masuk ke dalam mobil. Lian, sang sopir sekaligus asisten pribadinya segera melajukan mobilnya. “Kita langsung pulang, Tuan?” “Ya.” Putra menghela napasnya dalam-dalam. Ia mengambil ponsel dan kembali menatap foto-foto yang dipotret oleh Husna. Tersenyum sejenak saat menatap Hana. Entahlah kapan tepatnya perasaan itu datang, tiba-tiba saja dadanya berdebar kencang saat tengah bersamanya. Ada gelenyar aneh saat berdekatan dengannya. Lelaki itu tersenyum sejenak, menjadikan foto berti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN