“Con los terroristas..” Ziyan terperangah. Pemandangan di depannya sungguh mencengangkan. Perpaduan antara lucu dan menyeramkan terhampar di depan matanya. Sena, sosok yang ditatap Ziyan tengah menghentak-hentakkan badannya dengan gerakan mirip orang tersengat aliran listrik. Kepalanya maju mundur, kakinya menghentak-hentak seirama dentuman musik. “Yeaaah! Harlem shake!!” teriak Sena sambil terengah-engah di sela tarian anehnya. Sena tak sadar, sepasang mata menatapnya tak berkedip. Masih tetap tak sadar, kali ini Sena memutar-mutar kepalanya dalam posisi membungkuk, sampai rambut panjangnya membentuk lingkaran yang sekilas terlihat seperti baling-baling. “Hmmph..” Ziyan tak kuat lagi menahan tawanya, dan suara tawa tertahan itu menghentikan goyangan dahsyat Sena. Remaja empat belas

