Bagian 19 Marah, khawatir, dan rindu melebur menjadi satu dalam hati Zaskia. Gengsinya kembali naik ke tingkat paling tinggi. Sama sekali tidak ingin menghubungi Fatih lebih dulu. Walaupun sebenarnya, lelaki itu telah menguasai hati dan pikirannya. Belakangan ini, dia sengaja menyibukkan diri dengan sering mengunjungi lokasi proyek. Suara petir terdengar begitu menggelegar. Hujan deras mengguyur kota Jakarta. Gadis itu masih berteduh di dalam bedeng bersama beberapa orang pekerja. Walaupun mereka bersikap sopan, tetap saja Zaskia merasa tidak nyaman. Menyesal sekali motornya masih diparkir di kantor sehingga dia tidak bisa segera pulang. Suara dering ponsel lamat-lamat terdengar. Dia merogoh tas untuk mengecek apakah itu telepon yang masuk pada ponselnya. Ternyata benar, Bams menghubung

