Chapter 28

1189 Kata

Bagian 27 Suasana di terminal kedatangan penerbangan domestik Bandara Soekarno-Hatta tampak begitu ramai. Fatih berdiri memperhatikan layar monitor yang berisi informasi penerbangan. Sebentar lagi, orang yang dia tunggu akan segera tiba. “Huuuhhh ….” Sesekali dia menarik napas panjang dan membuangnya perlahan untuk mengembalikan debar jantung yang mulai tak terkendali. Kacamata hitam yang dipegang kembali dipakainya. Sekitar sepuluh menit kemudian, Fatih melangkah menghampiri seseorang dan langsung menyambar tas besar yang dibawanya. “Welcome back in Jakarta,” sapanya sambil tersenyum. Keduanya berdiri terpaku. Saling memandang dari balik kacamata yang menyembunyikan kabut bening di kedua netra. Hati terasa berdesir. Sosok yang selama ini ada dalam angan, kini ada di hadapan. “Jadi, w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN