Chapter 30

1149 Kata

Bagian 29 Suara hiruk pikuk kota Jakarta menjelang tengah hari semakin terdengar jelas. Dengan mata yang masih terpejam, tangan kiri Fatih meraba-raba sisi tempat tidur di sampingnya. Kosong. Tidak ada Zaskia yang tadi sempat terlelap bersamanya. Perlahan lelaki itu mulai membuka mata, lalu menggeliat untuk menarik otot-otot tubuh yang masih terasa kaku. Kamar hotel yang didominasi warna putih dan abu-abu itu terlalu luas baginya hingga tidak bisa langsung menemukan di mana sang istri berada. Dia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh, kemudian bangun dan berpakaian. “Sayang, kamu di dalam?” tanya Fatih sambil mengetuk pintu kamar mandi. Namun, tidak ada yang menjawab. Usai mencuci muka, lelaki bertubuh tinggi itu keluar dari kamar dan mulai menyusuri ruangan lain. Pintu ke arah balko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN