Bagian 10 Sebuah pukulan tepat mengenai wajah Fatih dan membuatnya menarik diri dari lamunannya. Lalu, Alwi menarik kerah baju sahabatnya itu dan kembali memukul untuk yang kedua kali. Bugh! “Gue kecewa!” marahnya sambil membalikkan badan. Fatih sama sekali tidak melawan walaupun wajahnya benar-benar terasa sakit. Sehelai tisu diambil untuk menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya. Bagi Fatih, luka ini tidak seberapa dibandingkan rasa kecewa yang dia torehkan pada orang-orang yang telah memercayainya selama ini. Lelaki keturunan Arab itu duduk di kasur, mengatur napas sambil memandang penuh marah pada sahabatnya. Bagaimana tidak, Fatih yang dia kenal sangat menjaga diri dari gadis-gadis yang mengejarnya dulu malah tergoda oleh Cindy. Begitu bodohnya dia karena kembali masuk ke

