28 Pertemuan

1167 Kata

HAPPY READING 💖❤️ Masa lalu sudah seharusnya dilupakan. Karena itu bisa melukai orang-orang yang hadir untuk mengisi masa depan. . "Anak Mama cantik banget pake seragam." "Iya, dong, Ma. Anak siapa dulu, dong? Hehe." Afra berputar-putar di depanku dengan centilnya. Gemes. "Sini. Mama sisirin dulu rambutnya." Seketika Afra mendekat padaku yang masih duduk di depan meja rias. Melihatnya dari kaca mengingatkan pada masa kecilku dulu. Afra adalah Naura versi kecil. Bedanya ... Afra tidak diantar kedua orangtuanya saat pertama kali masuk sekolah. Keluarganya sudah tidak utuh bahkan saat putriku baru duduk di Taman Kanak-Kanak. "Ma, dulu waktu Mama pertama masuk sekolah, siapa yang anterin?" Pertanyaan Afra membuat tanganku yang sedang menari di atas kepalanya terhenti seketika.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN