13. Wudhu

1760 Kata

"Kamu mau apa?" Aku sebenarnya juga segugup dirinya saat ini, aku hanya ingin tahu reaksinya saja. "Menurut, Mas?" Aku tambah berani, wajahku semakin maju dan .... Mas Bejo semakin menutup mulutnya rapat. Dia memalingkan wajahnya sedang aku memilih untuk kembali ke kasur. Terlalu malu untuk mengakui bahwa aku begitu berani. "Udah deg-degan belum sama aku, Mas?" tanyaku kemudian. Kulihat, Mas Bejo segera memegang d*danya dengan sebelah tangannya, sedang sebelahnya lagi masih menutup mulutnya. Kuyakin dia saat ini sudah lebih dari deg-degan, sama seperti aku. "Jangan lupa napas, Mas." "Hah!" Mas Bejo sudah melepaskan tangannya dari mulutnya. Dia menghirup napas panjang berkali-kali. Apa iya, dia beneran nggak napas? Ternyata sepolos itu Mas Bejo. "Sudahlah, Mas. Aku mau bobok aja. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN