Rania keluar dari kamar mandi dan terkejut, ya jelas saja terkejut! Ran menunggu dirinya berdiri di depan pintu. untung gak punya punya penyakit jantung, kalo punya pasti udah pingsan. "Kenapa berdiri di situ?" tanyanya heran, Ran hanya menggeleng lucu. "Kamu beneran mau kita bercerai Rania?" Rania melihat kearah Ran. "Tentu saja! bukankah kita sudah buat perjanjian tadi malam? aku sudah memuaskan mu, bahkan sampai pagi tadi." jelas Rania mengingatkan. "Justru karena tadi kita habis berc***a tadi pagi, apakah kamu tidak merasakan apa-apa lagi?" Rania mendelik heran mendengar pertanyaan Ran. "Ambigu," Ran menghela nafas. "Kamu yang ambigu! bukan aku," ucapnya merajuk seperti anak kecil. "Lhaa, kok aku sih Ran?" Hening. "Raniaaa," Ran memanggil namanya. "Hmmm." Rania hanya menjawa

