Flash back on
Di hari yang cerah keluarga Pratama sedang berada di taman butchart di Kanada, Meraka sedang berlibur di Kanada karena pada saat itu adalah hari libur akhir semester.
butchart Garden adalah taman Bunga tercantik di seluruh wilayah Kanada dan Amerika, dan termasuk satu dari 10 taman tercantik di dunia. Mereka ke butchart Garden atas permintaan dari sang putri Zoya Ravena Pratama adik dari Kia yang pada saat itu berusia 10 tahun.
"Mama sama papa pergi beli bunga dulu ya, kalian berdua tunggu disini, Kia... Kamu jagain Adek kamu ya!" Ucap sang ibu kepada kedua anaknya karena pada saat itu ketiga Abang Kia sedang pergi jalan-jalan, sedangkan Kia dan Zoya sedang melihat bunga bunga yang indah.
"Oke mah,pah" jawab kia dan diangguki oleh Zoya
"Kak, Zoya haus" ucap Zoya Kepada Kia
"Kamu haus ? Yaudah kakak pergi beliin kamu minuman dulu ya. Kamu tunggu disini, Jangan kemana -mana!!" Ucap Kia lembut
"Oke kak" ucap Zoya sambil tersenyum, Zoya sangat menurut dengan kakak nya itu karena Zoya sangat menyayangi kakaknya, diantara keempat kakaknya yang sangat disayangi Zoya ialah Kia, begitu pun Kia juga sangat menyayangi adiknya.
Kia pun berjalan menuju cafe yang berada kurang lebih 50 meter dari tempat ia dan Zoya duduk tadinya, saat sampai di cafe tersebut Kia pun segera memesan cold chocolate drink
Untuk adiknya dan Cold Tiramisu Drink untuk dirinya, setelah memesan Kia pun duduk dan bermain handphone sambil menunggu pesanan nya.
Sementara di taman Zoya sedang bermain boneka, tanpa sadar ada sosok misterius di kejauhan yang sedang memandanginya dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu sosok misterius itu mengambil handphone dan menghubungi seseorang.
"Bos, yang saya liat anaknya yang paling kecil berada di taman sendirian sepertinya ini waktu yang tepat, apa yang harus saya lakukan bos?" Ucap sosok misterius itu
"Oke, sepertinya kamu harus membunuh anak itu. Pancing dia agar mendekat dengan mu atau ajak dia ke tempatmu saat ini agar tidak ada yang melihatmu membunuh anak itu!" ucap seseorang dari balik handphone
"Baik bos, tapi bagaimana caranya agar dia mau mendekat kesini atau agar anak itu bisa mengikuti saya?" Tanya sosok misterius itu
"Apakah kau tidak punya otak? Permen! Gunakan permen untuk memancingnya, anak seperti dia tidak mungkin menolak sebuah permen. Apakah kau punya permen? Kalau tidak segera lah pergi membeli permen!!" Ucap seseorang itu sambil sedikit kesal.
"Ah iya maafkan saya bos, kebetulan saya mempunyai 5 buah permen di saku saya." ucap sosok misterius itu
"Baik, sekarang... Kau tahu kan harus melakukan apa!" Kata seseorang itu dibalik handphone sambil tersenyum sinis
"Baik bos, saya mengerti!" Tanggap sosok misterius itu
Setelah mematikan telfon nya sosok misterius itu segera melancarkan aksinya, ia langsung
menghampiri Zoya.
"Hai gadis kecil, om punya permen nih buat kamu! Kamu mau gak?" Ucap sosok misterius itu
"Wah permen yah om, Zoya suka permen tapi kata mama, papa sama kakak, Zoya gaboleh makan permen ntar giginya sakit." Ucap Zoya sedih karena dilarang memakan, makanan kesukaan nya itu
"O yah, tapi permen ini tidak akan membuat gigi Zoya sakit, pasti Zoya happy setelah memakan permen ini" ucap sosok misterius itu meyakinkan Zoya
"Wah...Beneran om?" Ucap Zoya dengan mata berbinar
"Iyaa, beneran" kata sosok misterius itu
"Yaudah om, Zoya boleh minta ga permen nya?"
"Boleh... Ini, saya punya 5 permen tapi kalau kamu ikut saya, saya akan mengajak mu untuk pergi ke tempat yang mempunyai lebih banyak permen, kamu mau?"
"Wahh... Makasih om, tapi Zoya disuruh sama kakak gaboleh kemana mana, ntar kakak khawatir sama Zoya."
"Saya udah bilang kok sama kakak kamu, dan kakak kamu juga setuju, sebentar saja kok, kita cuma pergi untuk mengambil permen lebih banyak. Lagi pula kamu bisa mengambilkan untuk kakak mu juga"
"Om serius? Tapi om siapa? Kok bisa kenal sama Zoya dan kakak?" Tanya Zoya bingung, akhirnya Zoya bertanya tentang siapa sosok didepan nya itu
"Oh, saya kakak dari papa kamu" ucap sosok itu berbohong, tetapi Zoya tidak mudah ditipu emang Zoya masih kecil tapi kepintaran nya bisa dibilang lebih tinggi dibanding teman-temannya.
"Tapi kok papa ga pernah cerita sama Zoya, kalau papa itu punya kakak?"tanya Zoya lagi
"Hmm... Eee itu karena sa-saya" sosok itu pun melihat Kia sudah selesai dengan kegiatan nya dan perjalanan ke arahnya. "Duh kakaknya udah balik lagi, anak ini juga kenapa susah banget sih ditipu, apa aku langsung bunuh disini aja ya. Mumpung orang orang pada sibuk dan gada yang merhatiin" batin sosok itu
"Om? Kenapa om?" Tanya Zoya heran karena sosok di depan nya itu terdiam
"Oh gapapa!" Lalu sosok pria itu pun segera mengeluarkan pisau nya yang tajam dan langsung menusuk perut gadis kecil itu, dan segera berlari menjauh
"Ka-kakak sa-sakit awhhh" ucap Zoya terbata-bata sambil meringis kesakitan
Kia yang melihat kejadian itu segera berlari menuju adiknya dengan tergesa-gesa
"ZOYAA... " teriak Kia
"Zoya... Hiks, kenapa ini bisa terjadi hiks, siapa yang melakukan nya? hiks, siapa sosok pria tadi itu? hiks, Zoya kamu harus bertahan! Hiks, kakak gamau kamu pergi, kammu pasti bisa Zoya hiks." Ucap Kia sambil menangis
"Ka-kakak sa-sakit" lirih Zoya terbata
"Iya dek kakak lagi nelfon mama sama papa. Kamu harus kuat yah, kamu pasti bisa hiks" khawatir Kia
"Ka-kakak ka-kayaknya a-aku ba-bakal pe-pergi, kakak ja-jangan se-sedih, ka-kalau ka-kakak sedih a-aku ba-bakal ikutan sedih. Ka-kakak j-janji ya ba-bakal ja-gain ma-mah sa-sama pa-pah dan nu-nurut a-apa ka-kata me-reka, a-aku sa-sayang sa-sama ka-kakak t-tapi s-seperti nya t-tuhan le-lebih sa-sayang sa-sama a-ku. Se-selamat ti-nggal ka-kakak" ucap Zoya lirih dengan terbata bata lalu tersenyum dan kemudian Zoya pun memejamkan mata dan tak sadarkan diri.
"Zoyaaa bangunn... Hiks, kakak bakal turutin semua yang kamu mau asalkan kamu bangun, Zoyaaa jangan bikin kakak sedih deh... Hiks, ZOYAA BANGUN!! Adekkk, Kakak juga sayang banget sama Zoya, Zoya jangan tinggalin kakak yah, Adek bangun dong hiks... Adekkk... Kakak janji kakak bakal jagain mama sama papa dan nurut sama kata mereka tapi Adek harus bangun yahh... Zoyaaa please ini ga lucu... Hiks, zoya bangun" ucap Kia sambil menangis
"KIA KAMU APAKAN ADIK KAMU HA!!?" tiba-tiba papa dan mama mereka datang dan langsung terkejut dengan apa yang dilihat nya. Melihat keadaan Zoya yang tertusuk pisau di bagian perut dengan banyak darah membuat mereka marah,kesal,dan sedih. Marah karena mereka menganggap Kia yang melakukan nya, kesal karena disisi lain mereka berfikir mereka gagal merawat anaknya dan sedih karena melihat kondisi anaknya seperti itu
..........
"Kiaa jawab!!" Tekan mama Kia
Entah mengapa kia langsung mematung dan tak tahu harus menjawab seperti apa
"Udah mah, ayok sekarang kita bawa Zoya ke rumah sakit" ucap papa kia menenangkan istrinya
Mereka pun segera pergi menuju rumah sakit..
"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi tuhan berkehendak lain, nona Zoya sudah meninggal dunia dia kehilangan banyak darah dan luka tusuknya sangat parah" ucap seorang dokter yang menangani Zoya
"Kamu pembunuh!! Dasar pembunuh!! Pergi kamu dari hadapan saya!!" Ucap mama kia kepada kia
"Papa ga nyangka kamu bakal ngelakuin hal seperti ini, kia kenapa kamu menjadi pembunuh?, Dasar pembunuh" sambung papa kia
"Ga, gak aku bukan pembunuh, bukan aku yang Bunuh Zoya bukan... Hiks, aku juga gamau Zoya meninggal!!" Ucap Kia sambil menangis tetapi mama papa nya itu tidak pecaya
"Halah, pembunuh tetap pembunuh!!"
"Dasar pembunuh!!"
"Pembunuh!"
Ucap mama papa Kia.
Flash back off
"Gak, gak, GAKK... Aku bukan pembunuh!! Aku bukan pembunuh hiks hiks, aku bukan pembunuh. Aku sayang sama Zoya mana mungkin aku akan membunuhnya hiks!" Ucap Kia saat mengingat kilasan masa lalu nya itu.