Awalan dan introduction cast

1143 Kata
Di suatu ruangan yang sunyi dan hanya diterangi oleh lampu belajar yang redup, memperlihatkan gadis cantik yang tengah bertempur dengan alat tulisnya, gadis itu sedang belajar dan menyiapkan dirinya untuk ujian besok. "Mudah-mudahan besok aku bisa dapat nilai 100, ayo semangat kia" ucap gadis itu menyemangati dirinya... .... Gadis yang bernama Zeakia Lefroynka Pratama, atau yang sering dipanggil Kia, itu duduk di bangku SMA kelas 11 yang berusia 17 tahun. Kia memiliki 3 Abang yaitu Kefano Aditya Pratama / yang sering dipanggil Kefan yang berusia 18 tahun, Kefan adalah anak tertua atau Abang pertama kia. Selanjutnya, Abang kedua dan ketiga kia, yaitu Renaldi Pratama dan Renaldo Pratama, Aldi dan Aldo adalah twins yang sifatnya 99% berbeda, walaupun wajah sangat mirip / sama [sama-sama Tampan ya gess... Becanda! Tapi emang tampan sih hehe] back to topic. Walaupun wajah nya mirip tapi sifat nya seperti timbal balik, yakni Aldi memiliki wajah datar, dan sifat dingin. Sebaliknya Aldo, memiliki wajah yang ceria, dan sifatnya yang random tapi tegas . Aldi dan Aldo berusia 17 tahun yang duduk di bangku SMA kelas 12. Ayah mereka bernama Aaron Chaiden Pratama yang merupakan sosok ayah yang selalu menyiksa kia ketika kia tidak mendapatkan nilai yang diinginkannya, entah bagaimana jalan pikirannya, nilai yang bagus menurutnya hanyalah nilai 100, dan yang di pikirkannya dari kia hanyalah nilai. Dia sama sekali tidak memikirkan kia yang kesakitan atau memikirkan perasaan kia. Keluarga Pratama adalah keluarga terkaya pertama di dunia. Yang memiliki banyak cabang perusahaan di negara negara elit, seperti ... Amerika serikat, Rusia, Korea Selatan, dan masih banyak lagi. Sukses dalam dunia bisnis tetapi Aaron Chaiden Pratama tidak handal dalam membesarkan/ merawat sang putri. Bukannya dirawat malah terus terusan disiksa, oleh papahnya sendiri lagi... Mengenaskan. *** Kia terbangun dari tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah membersihkan tubuh nya kia segera memakai seragam nya. Tok... Tok... Tok... Terdengar suara ketukan pintu. "Siapa?" Tanya kia "Bang Aldi" jawab Aldi datar "Kenapa bang?" Tanya kia setelah membuka pintu "Turun, sarapan" jawab Aldi singkat "Oke bang, bentar lagi kia turun, bang Aldi duluan aja" "Buruan" tegas Aldi "Iya... Bang" jawab kia ... Setelah menyiapkan bukunya, kia pun keluar dari kamarnya... Berjalan menuruni tangga dan menuju ke meja makan untuk sarapan. "Papah, mama, bang Kefan, sama bang Aldo mana bang?" Tanya kia heran, Karena di meja makan cuma ada bang Aldi dan dirinya "Papah sama mama pergi ke Acara perusahaan temennya papah, bang Kefan udah pergi ke kantor, dan Aldo pergi duluan ke sekolah" jelas Aldi masih dengan nada datarnya "Oh... Gitu ya bang" Ucap Kia lesu sambil mengangguk "Iya, buruan makan rotinya udah siang, ntar telat" " Iya bang" Setelah sarapan Aldi pergi menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya, "cepet, masuk" ucap Aldi kepada kia yang hanya melamun "Eh... Iya bang" Setelah kia masuk ke mobil, Aldi pun menancapkan gas meninggalkan mansion nya dan menuju ke sekolah. Perjalanan dilalui dengan keheningan, tidak ada yang ingin membuka mulut/memulai pembicaraan... Dan setengah perjalanan menuju ke sekolah kia pun membuka mulut. " bang, ntar turunin kia di depan halte aja ya bang. Ga usah sampai depan gerbang, soalnya kia ga mau kalo temen temen kia tau, kia itu adeknya Abang" Ucap Kia panjang kali lebar "Hmm" Aldi hanya berdehem "Cuek banget bang" kesal kia "Emangnya kenapa?... Terus kenapa kamu ga mau temen temen kamu tau kalo kamu Adek Abang?" "Hehe... Gapapa kok bang" cengir kia "Kamu malu ngakuin Abang?"kesal Aldi "E-eh... Engga kok bang, kia cuma ga mau kalo Abang dikatain punya Adek kayak aku" lirih kia tapi masih bisa di dengar oleh Aldi. "Kenapa Abang harus dikatain?... Emangnya kamu kenapa?"bingung Aldi "Gapapa kok bang, udah ikutin aja kata kia!" Jawab kia "Hmm, yaudah" ucap Aldi pasrah tapi masih dengan wajah datarnya Sesampainya di depan halte kia pun turun dan pamit kepada Abang nya " kia duluan ya bang" ucap Kia dan berjalan menuju gerbang sekolah nya Saat kia memasuki sekolah, semua mata tertuju padanya "Si cupu udah Dateng" kata siswi yang satu "Iya huh... Dasar jelek" teriak siswi yang lain "Sok cantik lu" teriak sebagian siswi "Udah cupu sok cantik lagi" Kira kira begitulah perkataan siswi siswi kepada kia... Kia hanya acuh tak acuh toh mereka juga ga tau kehidupan kia, kia hanya menganggap mereka iri padanya dan mengatainya. Dan berjalan melewati nya. Kalo soal cupu, kia tidak cupu hanya saja terlihat seperti cupu karena kia selalu membaca buku di sekolah. tapi ga setiap saat kok guys. Kia berjalan menuju kelasnya yaitu 11 mipa 2. Dan setiap perjalanan menuju kelasnya kia mendapati banyak sekali hujatan, tapi kia tidak memasukkan nya ke dalam hati, hanya menganggap angin lewat. Setelah sampai ke kelasnya, kia memasuki kelas dan langsung mendapati teriakan dari kedua sahabatnya. Dan satu sahabatnya lagi hanya geleng- geleng dengan kelakuan dua sahabatnya, toh bisa juga klo tidak teriak- teriak, kuping nya rasanya ingin pecah "Kia... Selamat datang" teriak Tasya, Anastasya Wijaya, salah satu sahabat kia, dan sahabat kia yang paling heboh "Kia... I'am Miss you" teriak Nadya dengan suara cempreng nya, padahal baru kemarin mereka bertemu, Nadya Kezia Dewangga Sahabat kia yang paling ceria tapi memiliki suara cempreng apalagi saat teriak, jika berbicara dengan pelan suaranya tidak cempreng tapi ketika sudah menaikkan nadanya suaranya Langsung menjadi cempreng. "Astaga... Budeg gue lama- lama" kesal Kate , Katelovly Alana Smith, sahabat kia yang paling kalem diantara ketiga sahabatnya Kia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka, mereka juga lah yang sering menghibur kia saat kia sedang sedih Kia berjalan menuju bangku nya di pojok belakang, yang sudah ada ketiga sahabat nya "Hai... Aku juga kangen sama kalian, padahal baru kemaren ketemu nya, hehe" cengir kia "Iya... Haha" ucap Nadya dan Tasya bersamaan "Wihh kompak banget" ucap Kia "E-eh, Tasya tuh yang ngikutin aku" balas Nadya "Enak aja, yang ada kamu tuh yang ngikutin aku" elak Tasya "Udah- udah, gausah ribut" lerai kia "Btw kamu ga kangen sama kia, Kate?" Tanya Nadya "Kangen? Baru aja ketemu kemaren gimana mau kangen?" Ucap Kate kalem "Wah... Parah kia, Kate ga kangen sama kamu" sambung Tasya "Lebay deh Lo" balas Kate "Hehe... Lucu ya kalian. Jangan tinggalin aku ya. Kalian adalah orang spesial" ucap Kia sambil tersenyum "Pasti... Kita kan sahabat jadi kita pasti gabakal tinggalin kamu kia" ucap Tasya dan diangguki oleh Nadya dan Kate "Iya kia, kita gabakal ninggalin kamu kok" sambung Nadya "Iya kia... Tenang aja kita kan sahabat jadi kita sayang banget sama kamu dan gabakal ninggalin kamu okeyy" kata Kate dan ini kata terpanjang yang Kate ucapkan, emang sih Kate kalem and cuek tapi kalo sama kia, Kate jarang cuek dan sama kedua sahabatnya itu ga cuek sih cuma Kate bicara panjang x lebar cuma pas penting aja. "Huhu... Thanks Bestie, jadi terhura... Sini peluk" ucap Kia terharu Mereka berempat pun berpelukan. [Kia temen duduknya Kate, dan Tasya temen sebangku nya Nadya ya guyss, dan kia sama Kate duduk di belakang Tasya sama Nadya... Di pojok belakang]
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN