Rumah itu begitu kosong dan sepi. Dara mengamati setiap penjuru ruangan. Membuka perlahan kamar partnernya yang juga kosong. "Apa mereka pergi?" gumam Dara dan tanpa ijin dia menyelonong masuk. Merebahkan tubuhnya dengan nyaman di ranjang milik Naya. Empuk, tak jauh berbeda dengan kamarnya. Yang membedakan, ukuran kamarnya jauh lebih luas dari kamar miliknya. Itu yang paling menonjol. Desain kamarnya juga lebih elegant, dengan sofa di sisi ranjang sedangkan di kamarnya, hanya ada kursi rias tanpa sofa. "Diskriminasi, mas Reza kemana ya." Dara merogoh ponselnya. Mencoba untuk menghubungi suaminya. Dugaan sementara suaminya sedang pergi dengan Naya. Tak masalah baginya jika dugaannya benar, ia hanya perlu membuat Reza merasa bersalah meninggalkannya. Ia mencoba menelpon suaminya, helaan n

