Sama seperti hari kemarin, pria itu masih mengabaikannya. Naya terbangun saat matahari sudah sangat terik, tak ada yang membangunkannya. Suasana rumah juga begitu sepi, ia tak menemukan satu pun penghuni rumah. Suaminya tentu saja bekerja, namun wanita tengil yang selalu menempel padanya, ia juga tak melihatnya. Naya bergegas menuju dapur, mencoba mencari yang bisa mengganjal perutnya. “Aku juga ga dibuatin makan,” keluhnya meraba perutnya yang lapar. Seulas senyum terukir miris, mengetahui suaminya benar-benar mengabaikannya. Ia mengambil kotak sereal dan menuangkannya dalam mangkok. Ia tak berselera dan memutuskan untuk makan-makanan ringan. Tak lama sebuah pesan masuk ke ponselnya, dari Dara. Membaca namanya saja sudah membuat kesal. Terlebih setelah membaca pesan yang ditulis. ‘O

