SARAPAN PAGI

1154 Kata

Suasana pagi ini berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, ia bahkan bangun lebih siang dan tak ada yang membangunkannya. Samar-samar terdengar perbincangan riang dari luar kamarnya. Ia mengenal jelas suara itu. Suara perbincangan dari suaminya dan Dara. “Apa mas Reza semarah itu?” gumamnya ragu. Ia menatap jam dinding kamarnya. Sudah pukul tujuh dan dirinya baru bangun. “Apa dia juga mulai ilfil karena aku malas?” Naya murung. Dengan gontai ia melangkah ke kamar mandi. Dirinya di gerogoti rasa insecure, ada rasa malu dalam dirinya. Selama ini, ia tinggal di kediaman Reza dengan manja. Tak pernah memasak, membersihkan rumah dan terus bergantung. Saat melihat kedekatan Reza dengan Dara, ia merasa terancam. Belum lagi Dara yang tampak gencar mendekati Reza. “Seharusnya aku tak keluar dari pekerj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN