Eps 13. Memperbaiki Keadaan

1407 Kata
PoV Rachel     Sambil menatap langit-langit rumah aku termenung, kata-kata yang Ken bisikan padaku terngiang-ngiang dipikiranku, seolah kata-katanya itu mengharuskanku untuk menjaganya dan selalu bersamanya, aku tahu untuk bersamanya selamanya tidak mungkin, tapi apabila ada cara untuk bersama Ken, aku akan melakukannya. Kata-kata yang ia ucapkah seolah memiliki makna yang sangat dalam, dia seperti sudah merelakan dan melepaskan banyak hal. Kupejamkan mataku sambil memikirkan Ken, aku merasa seperti seseorang yang harus bertanggung jawab, serta memberikan yang terbaik dalam hubungan kami, tanpa kusadari aku mulai tertidur, seraya memikirkan orang yang kusayang, Ken. ... Pagi yang cerah, sinar matahari melewati celah jendela, masuk ke dalam kamarku, dengan kicauan burung yang sangat merdu membangunkanku. Hari ini aku akan pergi jalan-jalan bersama Ken, kami ingin memperbaiki hubungan kami, setelah kemarin kami bertengkar. Kami harus mempertahankan hubungan ini karena aku tidak bisa melepaskan orang yang aku sayang begitu saja, aku harap dari permasalahan ini akan membuat kami menjadi semakin dewasa dalam menjalankan hubungan ini. "Rachel..." suara Ken dari bawah memanggilku.  Aku segera menghampirinya dengan perasaan yang sangat bahagia. "Kita hari ini mau kemana ?" tanyaku, aku berharap kami pergi ke tempat romantis yang banyak dikunjungi oleh orang-orang. "Aku akan membawamu ketempat yang menyenangkan, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir" ucap Ken sambil mengelus kepalaku. Aku hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh Ken yang akan membawaku ke tempat tempat romantis, aku kurang banyak mengetahui tentang tempat ini, jadi aku hanya mengikuti Ken tanpa banyak protes. Aku tahu keindahan ini akan sementara dan aku tidak tahu kapan akan kembali ke dunia nyata, jadi aku harus menikmati masa-masa ini.  Ken berhenti di suatu tempat, dia memarkirkan mobilnya di suatu tempat yang agak gelap yang terlindung dari pohon pohon besar. Aku sangat bingung melihat keadaan sekitar yang hampir tidak orang lain, Apakah benar ini tempat romantis aku berguman di dalam hati, tapi karena aku sudah percaya dengan Ken aku hanya terdiam dan turun dari mobil, mengikuti Ken dari belakang. Dia berbalik tersenyum ke arahku yang membuat aku luluh, dia ulurkan tangannya untuk menggenggam tanganku dan dia berbisik pelan ke arahku, "Kamu akan sangat tenang berada di sini" ucapnya. Aku mengangkat alis ku dengan perasaan bingung, aku tidak bisa membayangkan tempat yang penuh dengan pohon ini dapat memberikan ketenangan. Aku yang masih diterpa kebingungan, setelah memasuki lorong yang dipenuhi dengan tanaman rambat, aku terdiam melihat pemandangan yang sangat indah, ada jembatan yang dihiasi dengan lampu taman, jembatan itu berada di atas danau yang dipenuhi dengan bunga teratai yang sudah mekar, pantulan cahaya matahari di dalam danau itu lebih menambahkan keindahanya, suasana romantis yang sangat aku impikan. Kami menyusuri jembatan sambil berpegangan tangan berharap semua akan baik-baik saja kedepannya, berbincang-bincang mengenai keadaan dan perasaan kami satu sama lain. "Aku minta maaf kalo aku membuat kamu sedih, tapi aku dengan Hans hanya sebatas teman, aku bisa membedakan antara orang yang aku sayang dan hanya teman." ucapku perlahan. "Baiklah, tapi aku harap kamu tidak berjalan berdua dengan Hans, aku tau kalian hanya berteman tapi aku terlalu cemburu dengan kedekatan kalian" ucap Ken sambil melihat ke arahku. Matanya seolah berharap aku mengerti atas tindakannya, aku menatap ke arahnya agar dia tidak perlu khawatir. "Ken, lihat ada banyak gembok di sana" ucapku seraya menarik tangan Ken. "Kita taruh gembok disini juga ya?" "Baiklah Rachel.." Kami berdua memasang gembok dan menulis nama kami di sana ‘Rachel &Ken’. Aku berharap dengan adanya gembok ini hubungan kami akan bertahan selamanya.  ... Kami melanjutkan perjalanan untuk ketempat romantis berikutnya, aku hanya mengikuti Ken kemana dia membawaku. Dia berhenti di suatu restaurant bernuansa eropa, dia tersenyum ke arahku seraya berkata "Kita akan makan di sini". Kami berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam tempat itu, setelah membuka pintu, kami disuguhkan dengan interior-interior yang unik berwarna coklat, ruangan yang terkesan rapi dengan ruangan berwarna pastel menambah kesan romantis di dalamnya. Kami disambut dengan pelayan yang sangat ramah, tersenyum manis dan berpakaian yang sangat rapi. "Apakah kalian sudah memesan tempat ?" ucapnya. "Iya, tempatnya atas nama Ken" sahut Ken. "Baiklah, silahkan ikuti saya" ucap pelayan itu sambil mengarahkan kami ke suatu meja yang agak sedikit berjauhan dengan meja lainnya. "Iya di sini, nanti pesanannya akan kami antar sesuai dengan yang sudah dipesan sebelumnya" ucapnya sambil meninggalkan kami.  Aku terharu dengan persiapan yang Ken lakukan untukku, aku merasa sepertinya Ken tidak ingin kehilanganku. Aku yang masih diliputi rasa penuh haru disadarkan oleh ucapan Ken,"Aku akan memberikan yang terbaik untuk memperbaiki hubungan kita" ucap Ken sambil menatap kearahku. "Iya Ken, aku tau itu, aku rasa kita sudah harus melupakan hal itu, dan menjadikannya pelajaran." "Aku rasa lebih baik seperti itu." Tiba tiba aku teringat tentang ucapan Ken "Oh iya, apa maksudmu kamu takut kehilangan aku seperti orang tuamu di dunia itu ?"  "Emmm...e... nanti aku akan jelaskan, tapi tidak sekarang." ucapnya seolah kebingungan dengan pertanyaanku. "Baiklah, apabila kamu belum siap, aku akan menunggu." Ken tersenyum kearahku seolah berterimakasih akan pengertianku. Aku memegang tangan Ken berusaha menghilangkan kekhawatirannya, aku tau aku harus segera mencari cara agar semua jalan yang ku ambil adalah pilihan yang tepat, aku harap bersama Ken memang sudah takdirku, aku hanya takut tiba-tiba menghilang dan melupakan momen yang indah bersama. Untuk menghilangkan ke khawatiranku aku hanya fokus pada apa yang kulakukan dengan Ken hari ini, tanpa terasa waktu sudah berlalu cukup cepat. Aku dan Ken memutuskan untuk pulang, aku sekali lagi merasakan kebahagiaan yang sangat indah, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.  Dengan perasaan bahagia aku pulang ke rumah dan berbaring di atas kasur. Tiba-tiba aku memikirkan bagaimana keadaanku apabila tidak pernah bertemu dunia barbie ini, tidak banyak orang yang diberikan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, aku sungguh orang yang beruntung. Suatu pikiran terbesit didalam benakku, apakah keadaan di dunia nyata baik-baik saja?, apakah orang tuaku khawatir?, mungkin hanya mereka yang sering bertemu denganku tidak ada seorang pun yang akan mencariku, Ales, apakah dia tidak penasaran dengan kegiatanku?, atau dia sudah menemukan orang yang dapat berteman dengannya?, aku harap begitu. sambil memejamkan mata aku berharap semua keadaan akan baik-baik saja, aku tenggelam di dalam pikiranku dan perlahan mulai tertidur.  ... "Aarghhhh" Mendengar teriakan seseorang yang suaranya tidak asing kudengar membangunkan tidurku, kubuka mataku dan mendapati diriku berada di dalam kamar, "KAMU TIDAK MENGERTI!!!" sekarang suara itu lebih terdengar seperti perkelahian antara 2 orang, aku perlahan membuka pintu kamarku dan mendapati orang tuaku sedang bertengkar, aku seperti terbiasa akan pertengkaran itu kembali menutup pintu kamarku dan kembali berbaring di atas kasur, aku berusaha mengalihkan perhatian dengan memikirkan tentang apa yang terjadi kepadaku, aku mencari jam untuk melihat sudah berapa lama aku tertidur, sepertinya aku sudah tertidur selama 4 jam, gumanku. Aku rasa aku mengetahui cara untuk kembali, aku sudah menemukan polanya, bagaimana aku bisa bertahan selamanya di dunia barbie ya?, sepertinya aku harus menemui Ales, tapi aku tersadar sekarang sudah cukup malam untuk mencari Ales, mungkin besok aku akan betemu dengannya di kampus. Pagi ini aku sudah di kampus, aku memandangi kampus ini seolah aku akan berpisah tapi aku rasa aku tidak akan merindukan tempat ini. Aku hanya perlu mencari Ales untuk mengetahui apa yang dia ketahui tentang dunia barbie itu. Aku berkeliling kampus dan tidak melihat Ales, dari tadi aku menengokan kepalaku ke kiri dan kanan untuk melihat apakah ada Ales, tapi dia tidak terlihat dimanapun, tidak seperti biasanya aku dapat melihat keberadaannya dengan jelas, hari ini dia sungguh tidak ada dimanapun tapi aku akan terus mencarinya aku masih merasa ales ada di sekitar kampus, tiba-tiba aku melihat seseorang sedang berbicara sendiri tepat di depan toko mainan yang sekarang sudah tidak ada, perlahan ku hampiri orang itu dan ternyata itu Ales, aku segera berteriak agar Ales mendengarku "ALEES!!" ucapku dengan nyaring. Dia terkejut dengan suaraku dan berusaha menyembunyikan sesuatu dan segera berpaling ke arahku "Oh Rachel ada apa?" tanyanya dengan wajah gugupnya yang terlihat jelas. Aku melihat sesuatu seperti berambut pirang dari dalam tasnya tapi itu tidak terlalu mengusikku, aku hanya ingin mencari cara agar bisa berada di dunia barbie "Aku ingin bertanya sesuatu padamu." "Apa itu" dengan heran ales bertanya. "Ini sesuatu tentang dunia mainan yang kau maksud kepadaku" "Dunia mainan?" Ales tersenyum seolah tertarik dengan pertanyaanku. “Iya dunia mainan yang ada di sini" sambil menunjuk kearah toko mainan yang sudah tidak ada. "Baiklah, apa yang ingin kamu ketahui " Ales tersenyum sepeti ada sesuatu yang disembunyikannya. Aku melihat senyumannya yang membuatku sangat penasaran mengenai apa saja yang diketahui oleh Ales. Apakah Ales mengetahui tentang Dunia barbie itu?, atau hanya perasaanku saja? tapi aku berharap aku akan menemukan jawaban akan hal itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN