Nina menghela napas panjang. Bryan yang sejak awal di tempat belanja selalu membantu Nisa, membuatnya bingung harus bersikap seperti apa. Di satu sisi dia senang bukan main melihat Bryan bisa begitu dekat dengan Nisa. Namun di sisi lain, dia takut Bryan hanya penasaran dengannya dan setelah dapat, Bryan malah bosan dan mencari wanita lain. Sosok Bryan yang tampak sempurna sejujurnya membuat Nisa meragu. Tampang yang tampan, keturunan jerman, dan tinggi putih bersih, serta ditambah dengan sikapnya yang ramah dan baik pada siapa pun, membuat Nina merasa dirinya tak sebanding dengan Bryan. Masih banyak perempuan yang lebih cocok dengan Bryan. Dan sejujurnya Nina minder bukan main. Bryan mendorong trolley mengikuti langkah Nisa dari rak satu ke rak lain. Setiap kali Nisa ingin mengambil se

