BAB 81

1957 Kata

Àmeliya tersenyum saat melihat Doni hadir di hadapannya. Ameliya yang sejak tadi duduk zi balkon rumah sembari memangku Zidane yang tertidur pulas, langsung menegakkan posisi duduknya. Doni duduk di hadapannya. Sesaat hening, tak ada satu pun kata yang ke luar dari Dono mau pun Ameliya. Ameliya tampak canggung berdua dengan Doni. Berharap Aurum datang, dan memecah kesunyian. Sayangnya Aurum sedang membantu Sumi memasak makan siang, sedangkan Dimas sendiri sedang mengantarkan Zyo sekolah dan Zenia masih tertidur pulas di kamar. "Gimana keadaan kamu, Nak, masih ada yang sakit?" tanya Doni akhirnya membuka pembicaraan. "Udah mendingan, Pi, Alhamdulillah." Ameliya berusaha tenang walau sebenarnya dia kalut bukan main. Mengingat hubungannya dengan Doni baru saja membaik, membuat Ameliya tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN