BAB 88

1642 Kata

Audy kaget bukan main. Dirinya yang sebelumnya sedang asyik menikmati buah-buahan di halaman belakang, dikagetkan dengan telepon masuk mengatasnamakan Mikha. Audy spontan menegakkan posisi duduknya. Arum yang sedang menyiram tanaman dengan menggunakan selang, langsung mengarahkan tatapannya ke sang majikan yang masih bungkam sembari mendengarkan apa yang Mikha katakan. "Kenapa diam, Kak?" tanya Mikha yang membuat Audy menarik napas dalam-dalam, lantas mengembuskannya perlahan. Dia mencoba tetap tenang agar Mikha tidai sadar bahwa panggilan teleponnya sebenarnya sangat tidak dia harapkan. "Baik, kok," jawab Audy. "Mikha gimana?" tanya Audy sekedar basa basi. Terdengar helaan napas Mikha cukup berat yang seolah mengisyaratkan beban di pundaknya yang dia pikul sendiri. Sejujurnya, Audy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN