Keheningan mengisi meja begitu Rania dan Dion pergi. Meski tidak mengatakan apa pun, tetapi kecanggungan terasa setelah Rania menggoda Asta bahwa pria itu harus move on. Kaia pun tidak mengatakan apa-apa, tetapi jelas ada rasa sedih dan bingung di dalam hatinya yang terdalam. Mereka mulai menyantap ramen yang sudah tidak terlihat begitu menggiurkan setelah perbincangan tadi. Sementara itu, Asta meneguk air banyak-banyak dan Kaia memilih diam menikmati ramen, meski nafsu makannya sebenarnya telah hilang. Asta berdeham. "Bagaimana? Apakah ramennya sesuai seleramu?" tanya pria itu berusaha membuka pembicaraan. Si gadis yang ditanya mengangguk. "Ya, ini enak." "Aku punya tempat rekomendasi ramen yang lebih autentik. Mungkin lain kali kita bisa ke sana?" "Boleh." Setelah itu, tidak ada la

