"Maaf, untuk saat ini kamar sudah penuh." Itu adalah pesan kelima yang Kaia terima selama dua hari terakhir dirinya mencari kamar kos untuk pindah. Dia mulai merasa frustrasi karena begitu sulitnya menyewa kos di tengah kota besar ini. Belum lagi fasilitasnya tidak begitu memadai dengan harga yang dipatok terlalu tinggi. Sungguh, pemerintah daerah harus memberikan perhatian pada hal-hal seperti ini. Dia mungkin bisa dengan mudah dan tanpa ragu menemukan tempat kos yang cocok atau bahkan apartemen jika tidak memiliki tanggungan. Sayangnya, gadis itu harus mengutamakan biaya rumah sakit dan hutang Mama daripada hidup dengan mewah. Saat ini, memiliki tempat untuk berteduh tanpa merepotkan siapa pun menjadi tujuan utama Kaia. "Aku lihat-lihat sejak beberapa waktu terakhir sepertinya kamu me

