Part 4

690 Kata
 "Gila"gumam Kayra, saat melihat jam dinding berbentuk stitch itu menunjukkan pukul 19.30  Perasaan tadi sebelum tidur baru jam 15.00 Pikir Kayra sendiri "Bodo ah. Yang penting gw pengen mandi plus makan" Kayra langsung mengambil handuk biru kesayangannya dan masuk kekamar mandi. Setelah itu Kayra langsung memakai kaos berwarna putih dan hotpants santai, dan turun kebawah untuk makan malam "Eh, kebo udah bangun"kata Kenzo saat melihat Kayra sedang menuruni tangga, denhan rambut sedikit basah dan wajah natural milil adiknya "Ba to the cot "kata Kayra kesal, biasanya kalau Kayra belum bangun diatas jam 6, Kenzo akan membangunkannya, tapi mungkin karena ada teman temannya Kenzo tidak membangunkan Kayra. "Wait wait ...."kata Kayra sambil menyipitkan matanya. Ia merasa ada yang aneh "Kalian semua mau kemana?" tanya Kayra heran. Karena mereka semua memakai baju rapi tak lupa dengan jaket kulit mereka masing masing dan celana jins mereka. Terlihat sangat keren dan tampan. Namun Kayra sudah sering melihat mereka, jadi biasa saja. "Kepo banget si" sinis Zero. Lalu kembali memasang wajah annoying Kayra yang dilirik hanya memasang wajah acuh "Lo mau kemana bang?" tanya Kayra menghiraukan jawaban Zero. Kenzo yang ditanya hanya pura pura tidak mendengar memilih fokus kepada ponselnya "WOI KENZO" teriak Kayra memenuhi ruangan itu. Kenzo mendongakkan kepalanya, memasang wajah lugu "Gue mau nginep dirumah Zero" kata Kenzo sedikit gugup tapi berusaha santai "No no no. Lo mau gw aduin ke papa sama mama ha?" tanya Kayra memberi sedikit jeda "Kan mereka udah bilang lo harus dirumah jagain gw sampe mereka pulang"lanjut Kayra panjang lebar dan sengaja mengancamnya. Padahal Kayra bukan tipe seperti itu, ia hanya merasa, ada yang tidak benar saja disini. "Ish, jangan lah." "Gimana kalau minggu ini kita ke mall" tawar Kenzo dengan wajah memelas, hufttt jelek sekali. Helow. Dikira adiknya itu cewe matre apa yang luluh dengan ajakan pergi kemall? cih tidak. Kayra bisa meminta lebih banyak ke papanya. "Gak mau, Bang Kenzo ku sayang" kata Kayra lagi dengan nada lembut. Berusaha membuat Kenzo tetap dirumah "Ish lagi pula gue nginep cuma malem ini kok" Kenzo memohon dengan wajah super duper melas. Sedangkan teman temannya yang lain sudah terlihat menatap jam terus menerus "Gue tau bang lo bukan mau  nginep dirumah sitengil satu inikan" kata Kayra santai sambil menunjuk muka si anak tengil itu. Zero hanya menaiki alisnya, memasang wajah super ngeselin. Sedangkan Jov, Rey dan Kenzo langsung serentak menatap Kayra. Gotcha, ketahuan. "Sok tau banget lo" lagi lagi Zero menyahut, membuat Kayra naik darah. Namun, ia akan tetap mengontrol emosinya selagi masih ada orang diantara dirinya dan Zero "Jujur bang" pinta Kayra, dan lagi lagi Kayra menghiraukan ucapan Zero "Janji gak marah" Kenzo melembut. Padahal Kayra sudah tau ada makaud terselubung disinj "No, gue nggak janji sedikit pun" Kayra yang memang tidak bisa janji untuk tidak marah kepadanya "Jujur apa susahnya sih" gerutu Kayra gemash. Sudah mati penasaran Kenzo menarik nafas sedangkan yang lain sudah siap jalan keluar "Gue, gue mau balapan" gumam Kenzo pelan tapi mereka semua bisa mendengar perkataannya "Janji ini terakhir gue balapan Kay"kata Kenzo lagi berusaha menyakinkan adiknya dengan janji itu "Tapi kalau lo kecelakaan lagi gimana bang?"tanya Kayra. Padahal ia tidak suka membahas kecelakaan yang pernah menimpa abang kesayangannya itu. "Gue udah janji sama mama papa. Gak bakal biarin lo balapan kalau mereka pergi" kata Kayra pelan, sambil menunduk menahan airmata yang hampir jatuh karena mengingat kecelakaan 2 tahun yang lalu karena Kenzo balapan. "Abang lo cowo. Udah besar. Bisa jaga diri kali." Zero membuka suaranya kembali, siap ikut keluar menyusul Jov dan Rey "Bacot lo. Gak usah ikut campur bisa gak?" teriak Kayra kesal karena Zero menganggap persoalan ini enteng. Kayra sudah diatas batas kemarahannya. Hampir meledak. "Gue janji gue nggak bakal kenapa napa Kay" kata Kenzo lembut berusaha meyakini adiknya sambil mengelus rambut Kayra lembut. Kenzo mengerti kekhawatiran adiknya itu. Kenzo tahu apa yang adiknya pikirkan. Tapi Kenzo sudah kepalang janji. Harga dirinya akan jatuh jika tidak datang malam ini Kayra segera menepis tangan Kenzo dan menatapnya tajam "Apa lo bisa pegang janji lo bang?" tanya Kayra lirih. Dan yang ditanya hanya diam saja. Jujur, Kenzo pun merasa ia tak harus pergi malam ini. Namun egonya menang "Hmmm. Suka suka lo deh bang. Capek gw ngomong sama lo" Kayra kesal, hendak pergi meninggalkan mereka semua dengan airmata yang ia tahan daritadi "Dan lo Zero, kalau gak tau apa apa jangan ikut campur" kata Kayra dengan nada super dingin sambil menunjuk Zero dan akhirnya pergi meninggalkan mereka semua
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN