Dengan perasaan campur aduk, Kayra, Anita beserta Rony sampai di parkiran Rumah Sakit, sedikit berlari menuju letak resepsionis Rumah Sakit berada dan dengan tergesa menanyakan letak UGD Rumah Sakit ini berada.
Setelah tau mereka langsung menuju ruang UGD itu.
Kayra yang memang masih remaja, dengan emosi labil, berjalan mendahului Anita dan Rony. Hati dan Otaknya siap mengeluarkan makian untuk Zero, Jovan dan Rayhand.
"Mana Kenzo? mana abang gue ha?" kata Kayra masih berlinang air mata sambil mengguncangkan tubuh Zero, sedangkan Jovan dan Rayhand hanya diam, kalut dengan pikiran masing masing, mereka bertiga masih syok karena ini adalah kecelakaan yang Kenzo alami akibat balapan
"Mana?"
Tanya Kayra tak sabaran. Kedua orangtuanya hanya diam. Karena mereka tidak tau awal dari semua ini
"Tadi kata lo abang gue udah besar, bisa jaga diri, tapi sekarang apa? dia kecelakaan" teriak Kayra didepan wajah Zero dengan airmata yang tidak terkontrol
"Dia kecelakaan lagi Zer, untuk kedua kalinya, s****n" teriak Kayra dengan emosi tidak terkontrol
Zero terpaku atas penuturan Kayra, dia tidak menjawab apapun, sedangkan Anita yang melihat kejadian itu tanpa tahu ada apa langsung menarik anak gadisnya kedalam pelukannya, pelukan yang bisa menenangkan Kayra kala itu.
------------------------------------------------------
"Gue yakin si Kenzo bakalan menang lagi" kata Zero kepada Ray dan Jov yang ikut menonton Kenzo tanding malam ini. Rayhand dan Jovan sama sama memasang wajah percaya karena memang Kenzo tidak pernah kalah selama bertarung diarea balap
Putaran pertama Kenzo memimpin pertandingan diarea balap. Deru motor Kenzo terdengar sangat seksi di telinga para penonton.
Namun diputaran kedua tidak ada tanda tanda Kenzo datang sedangkan diujung sana lawannya Rafli sudah terlihat hampir menuju garis finish
"Mana nih si Kenzo, kok si Rafli bisa menang?" tanya Rayhan kesal saat Rafli sampai digaris finish. Kenzo jagoannya tidak pernah kalah.
Beberapa menit kemudian, keresahan mereka benar benar nyata. John yang saat itu menjadi lawan balap Kenzo dan juga Rafli datang melaju kencang dengan bau anyir, jaket kulitnya terlihat mengkilap karena basah, walaupun tak terlihat warna disana. Namun mereka tahu itu bau darah.
"Tolong Kenzo kecelakaan" kata John panik memanggil Zero dan Rayhan, Jov atau siapapun disana, mereka langsung mencari keberadaan Kenzo dengan menaiki motor masing masing ketempat tujuan
"s**l" geram Rayhand sambil melajukan motornya
degg
Disana Zero, Jovan dan Rayhand dapat meliat Kenzo bersimbah darah dengan helm yang sudah tidak dikepalanya, serta kakinya yang tertimpa motor keadaannya sangat mengenaskan, jaket kulit Kenzo serta celana jeans laki laki itu robek sehingga kulit didalamnya ikut terkupas.
Zero yakin ada yang salah dengan motor milik Kenzo saat ini, karena tidak mungkin sahabatnya akan terseret sampai separah ini
Zero tidak menelpon ambulance karena pasti semua yang bersangkutan dengan balapan ini akan terkena imbasnya, Jovan mengambil alih, menelpon supir keluarganya dan Zero menelpon Kayra.
Zero tidak memikirkan makian apa yang akan ia dapat, ia tidak memikirkan Kayra. Namun ia memikirkan Kenzo, sahabatnya, yang untuk kedua kalinya berjuang melawan maut
Sesampai di Rumah Sakit Kenzo langsung dibawa ke ruang UGD, dokter dan para tenaga medis dengan cekatan menindak lanjut pasien mereka
Setelah menunggu cukup lama, karena memang jarak Rumah Sakit dengan kediaman keluarga Kayra jauh. Kayra dengan kedua orangtuanya datang.
Dengan cepat Kayra menghampiri Zero. Airmata berlinang, tanpa permisi mengalir diwajah cantiknya. Zero iba akan hal itu
"Mana Kenzo? mana abang gue ha ?"tanya nya atau lebih tepatnya teriaknya didepan muka Zero dengan air mata yang deras turun dari mata indahnya.
Dia mengguncangkan tubuh Zero dengan tidak sabar, tenaganya seakan tidak habis karena menangis, malah semakin kuat menguncang tubuh Zero yang notabenya laki laki
"Mana?"
"Tadi kata lo abang gw udah besar, bisa jaga diri, tapi sekarang apa? dia kecelakaan" kata Kayra lagi dengan keras sambil mendorong tubuh Zero kasar. Dapat dilihat Jovan dan Rayhand hanya memandang Zero dengan kasihan, mereka pun tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan gadis yang sedang emosi ini
"Dia kecelakaan lagi Zer, untuk kedua kalinya, s****n" teriak Kayra dengan emosi tidak terkontrol
"Dan kalian juga" akhirnya Kayra menunjuk kearah Jovan dan Rayhand, mereka terlihat kaget.
Pasalnya Kayra selalu bersikap manis kepada Jovan dan Rayhand
"Kenapa ga jagain abang gue? kalian ga becus jadi sahabat abang gue. Gua benci kalian "
Kayra benar benar kalut. Ia tidak memikirkan bagaimana nanti Zero, Jovan Rayhand akan bersikap kepadanya. Di kepalanya hanya Kenzo yang ia fikirkan sekarang
ZERO POV
Iya.
Ini salah gue.
Salah kami
Salah kita
Gue malahan bela Kenzo biar dia balapan
Gue anggep remeh kata kata Kayra yang sedari awal mencemaskan Kenzo yang akan balapan.
Harusnya malem ini gue, Jov, Ray sama Kenzo diem dirumah Kenzo aja, main game sampe mata sakit bukannya kearena balap, s****n lo Zero, bodoh.
Ya gue tau, kami bertiga memang bodoh