Setelah acara, ayah dan ibu Tita serta Abi kembali ke Batu Basa. Kini rumah tangga yang sebenarnya sudah berjalan beberapa waktu lamanya. Meski bersatunya kembali pasangan suami istri itu bukan karena cinta, mereka menjalankan layaknya pasangan lain. Saling mengisi dan membantu satu sama lain. Tita menyiapkan segala keperluan Tala. Ia memulai hari semenjak Subuh agar tetap bisa buka toko pada jam biasa, seperti memasak sarapan, menyediakan pakaian kerja Tala, dan mengurus Celita. Sementara itu, Tala tidak malu menyapu lantai toko, menggantung pakaian untuk dipajang di luar saat Tita di belakang. Dengan mulut lemasnya juga pria itu akan merayu adek-adek berseragam sekolah agar mampir dan membeli dagangannya. Bahkan mau-mau saja siswi itu sempatkan singgah walau pada akhirnya tidak membawa

